Selasa, Februari 14, 2012

kalo cinta, menikahlah!

And even if the sun refuse to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
You're all i need
My love, my valentine

 -Martina McBrigt, My Valentine-

saya tidak mengimani valentine, hanya menggunakannya sebagai kata ganti seperti saat saya menggunakan kata beloved one.

setahu saya valentine adalah perayaan mengenang kematian pendeta Valentine yang dihukum mati karena pengijinkan pasangan kekasih kawin lari di masanya.  sejatinya raja melarang lelaki itu menikah karena ia adalah prajurit yang harus fokus di medan perang. lalu atas nama cinta, diam-diam ada seorang pendeta yang menentang raja dan menikahkan mereka.  karena itulah pendeta itu dihukum mati.

kesimpulan yang saya dapet dari kisah valentine itu: kalo cinta, menikahlah!
tapi kenapa larinya jadi ke coklat dan bunga dan all the pink things ya?
karena orang-orang sekarang pada cemen kali ya?
*mentang-mentang mau nikah beberapa hari lagi jadi enak aja ngomongnya :D

"neng, kupersembahkan sekuntum mawar untukmu"
"eh? emangnya aye demit, bang?? kok dikasi kembang? gak sekalian menyan ma belingnya, bang?"

bunga itu emang so sweet... saya nggak nolak kok kalo abang kasi saya bunga.  malah pengen kadang2 :D
(pernah bilang tapi respon abang: "kayak sinetron aja!".  hahaha)
tapi kalo beraninya ngasi bunga doang ya cemen banget.  nggak keren banget.  mending nggak kasih apa-apa tapi jelas-jelas menunjukkan cinta itu dalam komitmen yang serius. 
sebagai perempuan, saya nggak butuh bunga, saya butuh jiwa raga yang tulus untuk menjaga saya dan menemani saya tumbuh, menghebat bersama. and my beloved man insyaallah sudah bersedia untuk memberikannya. cinta yang beneran..... yang nggak gampang layu, yang nggak gampang meleleh karena kepanasan.


kalo belum cukup umur?
kalo belum cukup modal buat menjalankan pernikahan? (modal kerjaan, nodal iman, modal mental)
ya jangan cinta-cintaan doloooooooooooo........
ah, payah!

Tidak ada komentar: