Rabu, Oktober 12, 2022

Kursus di English Academy Gimana?

Hai! Kalian yang baca ini bisa jadi punya cita-cita yang hampir sama denganku: pingin bisa cas cis cus bahasa inggris.
Gimana di English Academy by Ruangguru?
Per hari ini udah daftar tapi belum mulai kelas.
Sebelum ikut ini juga pernah ikut kelas pahe di bimbel lain. Lupa berapa duit, antara 50-100k gitu deh. Dibanding EA memang selisih jauh banget nominalnya. Ikut EA ini bulanannya 500-800an k (makin panjang jenjang yang diambil, itungannya lebih murah). Apa bedanya dg paket pahe di bimbel lain?
Sejauh ini yang kelihatan:
1. Dia ada placement test, jadi kita nanti ditempatkan di kelas dengan orang2 yang level keminggrisnya relatif sama. Sementara di kelas ekonomis yg pernah kuikuti sebelumnya isi kelasnya random. Ada yg pinter banget. Ada yg gak paham banget.
2. Materi : materinya di EA adududuuu beneran kayak sekolahan deh kayaknya. Ini penilaian saat membaca satu buku yang tebelnya 176 halaman dan isinya soal soal daging banget. Konon nanti setelah kelas dimulai kami akan bisa akses lebih banyak buku. Omoooo... sebenernya ini sudah bikin agak setres. Hah (Update : ternyata tiap sesi kita cuma belajar 3-4 halaman aja selama 90 menit)
 Yakin ikut? Tapi udah terlanjur bayar.

Buat yang masih belum punya anggaran untuk ikut EA, ikut yang pahe2 juga gak masalah. 
Saat ikut pahe itu aku yang sebelumnya merasa butuh latihan speaking, ternyata butuh pengayaan vocab biar lebih bisa speaking. Gitu lo. Pokokmya akan ada ilmu dan hikmah.

Selain 2 itu akan kutulis di kemudian hari ya. 

Update 3 bulan kemudian

I already finished my first grade in Endlish Academy, belum tau naik ke grade apa.  Kemarin, based on my placement test result, aku ada di Explorer E.  So far, even belum bisa cas cis cus juga siii tapi i feel more confident to speak up.  My tongue berasa lebih lemes gitu cuz in every class we have speaking practice.

Kayak gimana kelasnya?
Setiap minggu, ada 2 kali pertemuan pembelajaran.  Durasi setiap pertemuan 90 menit yang jadwalnya bisa kita booking 1-2 hari sebelumnya.  Jadi bener-bener bisa menyesuaikan dengan kelonggaran waktu ataupun menyesuaikan dengan pengajar yang kita suka.
Favoritku ms. Vero (Fransisca Veronica)

In each session we learn a topic, vocabulary yang terkait topik itu, dan grammar.  
Setelah belajar vocab, pelafalannya, penggunaannya dalam kalimat, kita akan ditempatkan di break out room bersama 1-2 teman lain, discuss something about the topic n share the result in the main room.
Trus lanjut belajar grammar, lalu akan dibikin kelompok kecil lagi di break out room, make a short conversation using the grammar we have learned, practice again an again in the break out room, then show our conversation in the main room.

Polanya begitu di tiap sesi.  Menjadi seru karena di setiap sesi kita bisa bertemu topik yang berbeda, teacher yang berbeda (tapi aku sering milih kelas Ms. Vero sih), dan teman yang berbeda.  Sometimes ngerjain tugas itu bisa bikin ngakak berat, bukan karena mentertawakan kesalahan, tapi karena kita bisa explore everything sekreatif kita dan kadang-kadang eksplorasinya itu halu banget.  wkwkwk.  

Di bawah ini beberapa preview tugas kita disana

Design Our Food Truck

Invention


Seru kan, ketika ditugaskan "berkhayal" kalau mau bikin food truck nanti isinya kek gimana... atau kalau kita jadi penemu, inovasi apa yang akan kita ciptakan...

Terpenting juga nih menurutku saat mengikuti kelas online begini, JANGAN SUNGKAN!! Sebagai orang jawa, pasti ada perasaan nggak enakan.  Misal teachernya nanya, nggak enak yang mau jawab terus - gantian dengan yang lain; atau pas tugas kelompok, nggak enak yang mau memulai diskusi, nunggu temennya aja. Karena ini kelas mahal (buat aku) jadi aku berupaya kalo bisa seaktif mungkin dalam kelas.  salah gpp kok!!

Oiya, asiknya lagi di setiap akhir sesi ada feedback dari teacher, mereview our mistakes during the class.  Entah pronounciationnya or grammarnya.  Tiap hari sabtu ada review pelajaran selama sminggu itu plus ada tes tulisnya.  Tiap akhir unit juga ada tes / quiz lagi.  

Selain 2 kelas utama, ada banyak kelas tambahan untuk speaking practice kita. Kelas-kelas tambahan ini tanpa biaya tambahan apapun lagi, menjadi fasilitas gitu loh.  Bedanya, kalau di kelas utama ada teacher n topic based on buku pelajaran, di kelas tambahan mereka tidak bertindak sebagai teacher but lebih ke pendamping.  Nanti ada topik topik diskusi singkat, permainan, dan hal-hal menyenangkan lain yang kita lalukan sambil speaking english.  Pinginnya tahun ini di kelas lanjutan, aku akan mengikuti kelas-kelas tambahan ini.  Kemarin masih rempong banget jadi ibu baru jadiiii masih belum bisa memanage waktu dengan baik.

Udah, kurang lebih begitu yaaa di EA.  Menyenangkan. dan andai biayanya tidak semahal itu, pasti lebih menyenangkan lagi.

Minggu, Oktober 09, 2022

Ke Masa Lalu? [Review Buku Funiculi Funicula]


Yey!! Ini review pertamaku tentang buku yang aku baca. Padahal banyak banget belanja buku sejak jadi bakul buku. 

Buku ini berhasil didapatkan oleh my beloved handsome husband setelah PO di gramedia terdekat. Sesenang itu akutuuuhhh karena dirinya mau meluangkan waktu pigi ke gramed padahal gak suka baca buku. Wkwk.

Kenapa pingin banget punya buku ini? 
Gara gara pas main di web gramed, dia jadi salah satu buku yang direkomendasikan, membaca sinopsisnya membuat tertarik karena ceritanya fiksi banget. Ya, khayal aja gitu kalau didunia nyata bisa kejadian.

Baca buku ini awalnya kesulitan dengan banyak banget tokoh pemeran dengan nama-nama jepang. Nama yang aku gak bisa identifikasi sebagai laki laki atau perempuan (ini agak penting untuk membangun teater di pikiran kan), tapi kemudian gak jadi masalah sih. 

Buku ini bikin mewek juga di bagian tertentu. 
Saat mereka diberi kesempatan kembali ke masa lalu tapi dengan banyak banget aturan yang harus dipatuhi agar mereka tidak terjebak menjadi hantu. 
Meski fiksi, tapi buku ini nyata banget menurutku... huhuhu.
Jadi memang begitu, saat kembali ke masa lalu, dikasih kesempatan menghadapi kenyataan yang sama tapi dengan rasa yang berbeda ternyata walau gak akan mengubah fisik kenyataan di masa kini, tapi mengubah jiwa yang merasakannya. Duh blibet!!

Dikisahkan di buku ini seorang kakak menghindari adiknya karena sebel dan berprasangka bahwa adiknya membencinya tapi sok baik aja. Pas adiknya meninggal, dia menyesal... lalu mencoba kembali ke masa lalu. Ternyata prasangka buruknya keliru. Meski kenyataan tidak mengubah kematian adiknya, akhirnya dia mengubah pandangan masa depannya sebagai akibat dari perubahan prasangkanya.

Di buku ini digambarkan orang-orang menderita dengan prasangkanya sendiri. Padahal dengan kenyataan yang sama, mereka (aku, kita) sebenarnya bisa berbahagia dan menikmati asal merevisi prasangka.

Buat kita yang mungkin gak akan diberi kesempatan kembali ke masa lalu, yaudah, beresin prasangka aja. Biar bahagia apapun kenyataannya.

Kalian harus punya buku ini. Cuma 70rb di gramed. Dan aku dapatnya gratis karena dibeliin suamiku tersayang.

#LivingMyBestLife

The Money, Time, and Earth

Pingin ketawa melihat bagaimana hubungan antara cita-cita dan kenyataan yang ada.
Serius, pingin banget jalan jalan melihat landscape belahan bumi yang lain. Dalam kedamaian, tidak dalam hiruk pikuk apalagi perang.

Ada masa dimana pengen banget, sempat banget, tapi uangnya gak ada. Hahahahahahahaha.
Ada masa dimana bisa menahan nafsu belanja, menabung demi cita-cita, lihat grup traveller yang harga tripnya 9-20jt an bisa hore hore di lain benua, duitnya ada tapi waktunya mau kapan gitu looo...... 
Alhamdulillah wa syukurillah
Nanti kapan kapan aku akan punya waktu dan punya duit.

Lalu berkaca pada trip kemarin, ke tempat di Indonesia yang juga jadi jujugan bule healing, apa yang kulakukan? Menyapa mereka bahkan tak mampu.
Kemana cita cita bisa cas cis cus bahasa enggres?? Masih ada... bersemayam di hati... tapi gak pernah ada kemajuan. Kasian...

Menimbang segala kenyataan yang ada, baiklah, kali ini melakukan penyesuaian cita-cita:
1. Tahun ini upgrade skill berbahasa inggris (2022)
2. Tahun depan (2023-2024) ambil urus ijin belajar master degree bila ada kelas mbois dalam kota 
3. Manfaatkan workvelling untuk mengasah kemampuan jalan jalan keliling dunia. Kalau ada bule diajak omong (hahahahah. Very challenging ini), ada spot bagus dibikin vlog. 
4. 2026 go abroad

#LivingMyBestLife

Slow Down

Alhamdulillah,
Even setua ini masih ada di fase long distance marriage (lagi), sangat bersyukur bahwa kami dilindungi Allah selalu.

Ada nikmat yang tiada tara saat weekend bisa meet up. Menghabiskan waktu bareng dengan gak ngapa-ngapain. Gak jalan jalan, gak kemana kemana. Cuma sama sama disini menikmati waktu.

Kemarin nongkrong juga bukan di kafe kekinian, kami ke warung es campur jadul yang seporsinya cuma empat ribu!! 

Sejak pertama kali diajak sesebestie kesana, rasanya kangen aja buat duduk duduk disana lagi. Suasana yang otentik, di tengah gang tempat lalu lalang manusia. 

#LivingMyBestLife

Minggu, Oktober 02, 2022

I'm Living My Best Life

Begitu menginjakkan roda kembali di tanah ini, rasa syukur teramat dalam tumbuh di kalbu.
Alhamdulillah, alhamdulillah
Hai Jogja,
Ini kali kedua di tahun dua ribu dua aku menjelajahimu lagi. For freeeeeeee lagiiii... masyaallah.

Beberapa orang sangat menyebalkan. Lalu hariku buruk karenanya. Lebih tepatnya karena perasaanku sebal.
Padahal perasaanku bisa kukendalikan.
Lalu...
Mnyadari sepertinya walau tidak terucap, beberapa orang ingin menjadiku. Sepertiku. 
Mungkin juga ini perasaan ge er. 
Tapi apa iya rela setitik nila merusak susu sebelangamu.
Padahal....

Keturutan solo travelling meski sebentar

Keturutan menikmati Jogja dalam keheningan

Keturutan mamam gellato di tempat yang kemarin pingin kesana tapi belum kesampaian

Oh iya... kehidupanku bisa jadi orang lain pingin tapi mereka punya hidup sempurna yang lain

Dan kehidupanku ini sempurna, terbaik bagiku