Jumat, Desember 22, 2023

Masalah

Masalah itu ada yang beneran masalah dan ada yang sebetulnya bukan masalah tapi kita mempermasalahkannya.

Seperti baru saja terjadi ketika di pagi buta aku pingin nulis di buku jurnal tapi aku tidak berhasil menemukan ballpoint yang proper. Wah. Bisa bisanya gitu lo di rumah nggak nemu pulpen padahal emakku hampir tiap hari menulis laporan keuangan kegiatan sosialnya.

Awalnya aku sangat mempermasalahkan dan berusaha nyari pulpen. Tapi kemudian aku membaca tulisan itu di jurnal, kata kata yang kukutip dari teman baikku itu membuatku memutuskan bahwa nggak ada pulpen nggak usah dipermasalahkan deh. Aku bisa nulis di blog ini kok.

Kupikir lagi, masalah yang sebenernya bukan masalah adalah takdir Tuhan yang tidak sesuai dengan harapanku dan aku belum bisa menghadapinya.
Saat aku tidak bisa atau tidak suka menghadapi hal hal semacam itu, rasanya tingkat tekanan hidupku menjadi naik. Nafas menjadi berat, leher menjadi kaku, hati tak lagi riang. Adududududu

Menurutku, mula mula aku harus mengubah sudut pandang bahwa yang membuat hal itu terjadi bukan gara gara dia sehingga perasaanku sebal pada dia yang kuanggap biang kerok. Atau sebal pada diriku sendiri yang juga sesekali kadi biang kerok. Biang kerok tidak akan mampu tanpa ijin Tuhan. Jadii... semuanya itu yang terjadi karena ijin Tuhan tooooooo.... dan semua yang ditetapkan Tuhan padaku pasti baik. 

Then harusnya aku menguraikan hal hal yang kuanggap masalah itu menjadi akar akar masalah dan fokus pada solusi dari setiap akar itu. Trus action deh biar gak lama lama terjebak di masalah yang sama... menyongsong masalah baru. Gahahahahahah.

Mudah mudahan aku bisa memanfaatkan masa libur ini bener bener untuk menyembuhkan diri sendiri. Merawat luka akibat salah klasifikasi masalah.