Kamis, Agustus 02, 2012

bila waktu tlah berlalu

saya dan bu nora
:) kok nggak nangis ya bu istrinya
:~ mungkin dia sudah dalam masa acceptance mbak

----
 saya dan mbak vita:
:) kalo aku udah nangis banget gini ini kayaknya
:= aku jugaa

---
ibu cip otomatis ditinggal pak cip untuk selama-lamanya.  dalam usia yang semuda-mudanya.  dengan buah hati yang masih sekolah.  kalo saya saat ini ada dalam posisi itu... ya Allah.... saya belum siap.  benar-benar belum siap.  nggak bareng suami sementara aja rasanya udah nelangsa banget sampe kadang-kadang diam-diam melelhkan air mata.  apalagi kalo buat selamanya.....
mungkin bukan soal siapa yang akan menanggung biaya kehidupan selanjutnya jika suami nggak ada.  bukan soal mendadak jatuh miskin tanpa suami apalgi jika istri juga punya sumber penghasilan. peran suami itu jauuuuhhh lebih besar daripada sekedar mencari nafkah.  ia adalah separuh nafas yang membantu berfikir, ia adalah melahan jiwa yang seperti spons.  menyerap kegalauan, lalu menggelembungkan busa-busa kebahagiaan. 

dari mobil pak bos yang mengantar kami sayup-sayup terdengar suara bang opick
bila waktu tlah memangil, teman sejati hanyalah amal
bila waktu tlah terhenti, teman sejati hanyalah... sepi...

 

Tidak ada komentar: