Senin, Mei 27, 2013

perasaan dari hati yang sedang entah apa

masa depan itu?
batu besar.  besar sekali.  seperti karang d i tengah tanjung papuma.  mungkin juga lebih besar dari itu.  tapi gambarkanlah ia sebesar itu.
akan dibentuk seperti apa?
terserah saya, kata Allah
Allah sudah kasih saya jiwa, raga, akal, fikiran, kalbu, suami, teman, keluarga, umm....
semua hanya titipan, kata mamah dedek
yang bener-bener milikmu itu ya amalmu.  perbuatanmu.  kelakuanmu.
Beloved itu titipan, semoga bisa memuliakannya selalu.
dan masa depan...
besok, masa yang akan datang, setelah kami nggak ada...

masih kebayang sultan mehmet II ini lho ceritanya
di umurnya yang baru 21 udah menaklukkan konstantinopel dan mengislamkan separuh eropa
nggak pernah bolong sholat malamnya, nggak pernah bolong jamaah fardhunya.
dibandingkan sang sultan, apa... saya ini apa?
jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.....................!!!!!!
semoga kami bisa selalu memperbaiki dii sehingga kelak bisa menikmati surgaMu ya Rabb

perasaan
lagi sindrom mens nih
perasaan jadi nggak se-bright biasanya
ada galau akut yang dateng di saat-saat begini
kenapa ya?
mungkin karena nggak sedekat itu dengan Allah seperti halnya ketika nggak mens ya?
berasa banget kan bedanya sholat sama nggak sholat.
hewwwkkss.... padahal sholat saya masih di level pembalap: suka kebut-kebutan dengan entah apa.  huffffffffff

sekarang udah kebayang bakal mengukir sebongkah batu besar itu dengan beloved, membentuknya menjadi begini begini begitu.
lalu .... memulai.
selangkah yang kami tapak tan kadang-kadang nggak fokus jadinya ahh... mau lewat mana yaaaa.
apalagi.... secara geografis saya dan beloved nggak eksis bersama.
eohhhh
sibuk mencari kambing hitam.  hei jarak!! selamat, kamu menjadi kambing hitam.
tapi benarkah?
Rasulullah dan saya berjarak ratusan tahun namun beliau eksis
Sultan mehmet II berjarak dunia - akhirat namun beliau menginspirasi
sudahlah, intinya jangan jadikan apapun sebagai hambatan untuk masa depan.

oh iyaaaaaa
satu hal lagi yang menjadi kekhawatiran saya adalah masa depan anak-anak saya.
haaaaaa... beranak aja belum kok udah khawatir yaaa??? hihihihi.
secara makin hari kehidupan ini makin serem,
anak seumur upil jagung udah kenal free sex, udah kenal narkoba, udah kenal kata kotor, udah kenal tip muslihat, kenal bohong, kenal setan!!!  ini masih jaman saya.  jaman sekarang.
bayangiiinnnnnn bila itu masa depan?? sepuluh lima belas tahun lagi nggak kebayang seremnya dunia.  mungkin udah kayak di amerika, dimana kalo dilihat dari film-filmnya kesenangan mereka itu ya kalo udah making love dengan sebanyak banyaknya orang.
mungkin nanti nyari duit makin susah, dan menjual diri menjadi salah sau mata pencaharian yang sah.
pramuria, bintang film porno.

tempo hari Habib Umar ditanyain persoalan zina sama peserta pengajian di kantor.
diceritakannya duluuuuu ada sahabat yang minta izin ke Rasulullah agar dia boleh berzina
:P boleh ya Rasul?
:s semumpama orang mengajak zina ibumu bagaimana?
:P kurang ajar betul ya Rasul!  tidak boleh!
:s seumpama anak perempuanmu yang diajak berzina oleh orang lain bagaimana?
:P mana boleh ya Rasul!!!! anak saya!!!
:s begitulah ketika kamu berzina, akan ada orang tua, saudara, anak yang terluka.  karena mereka tidak pernah ingin anak perempuannya, saudara perempuannya, ibunya, dizinai orang.

sementara sekarang????? omegoootttttttt bezina semacem menjadi gaya hidup baru.
dibikin film. ditonton. karena banyak yang nonton dibikin film lain lagi.
huaaa.a.a.a.a.a.a.a.a.aaaaaaaaaaaaa...........
pengen nangis.

bagaimana kelak anak-anak kami?
fyuhhhhh
saya harus bertanggung jawab terhadap masa depan mereka
kami! saya dan beloves as their parents
ya Allah, semoga Engkau memampukan kami untuk menjaga kehidupan kami tetap lurus di jalanMu
amiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnn
 

Tidak ada komentar: