Senin, September 08, 2014

Dikejar debt collector

berurusan dengan debt collector itu kira-kira mungkin seperti ini rasanya,
menyebalkan!!!!!

alkisah adalah seorang wanita cantik jelita (baca: saya) yang diberi amanah untuk menyelesaikan urusan administrasi pengadaan barang berharga di kantor senilat seperempat milyar rupiah.  melibatkan pihak penyedia barang, saya, pemeriksa barang, pemeriksa keuangan, unit layanan pengadaan. 
bos saya sudah request agar semua berita acara disiapin.  oke saya siapin.  dan pada hari H sudah ditandatangani semua
--- menunggu dokumen pemeriksaan dulu
-------- menunggu kelengkapan dokumen kontrak dari ULP dulu (lha kok ya ada yang belum di tandatangani jadi saya pikir nggak saya baea pulang dulu lah)
selagi menunggu dan mengerjakan tugas negara lainnya, saya nggak henti henti ditelepon sama si abang penyedia barang.  duuhhh yaaa... suami saya aja sampe kalah frekuensi telponnya.  hahaha.  ditinggal sebentar sudah ada beberapa miskol dari sang debt collector yang tiada lain nanyain sejauh mana saya sudah bekerja.
mulanya saya kooperatif, lama-lama kok ya sumpek juga.
:x haloooo, belum dijilid bos dokumennya
:o coba diambil mbaktasi saya telpon katanya sudah bisa diambil
ngeeeengggggg meluncul ke kantor tetangga dengan motoe karena memang jaraknya itu sekilo dua kilo dari kantor saya.  ngllethek nyampe sana belum diapa-apain itu dokumen.  amsyong banget deh buang-buang waktu dan energi

besoknya
:x halooo.. iyaa.. ini saya baru dari ULP, masih ada berkas yang belom lengkap disana
:o looohhh katanya pak Anu berkas udah siap
:x iya tapi saya kesana kenyatannya belommmmmm

besoknya
:x haloo..... ya ni pemeriksa belum mau ttd soalnya sertifikat barangnya aneh
:o blah blah ngomel ngomel geje
:x (dalam hati : kok ngomel di guwe) (di mulut bilang: iya... iya....) $#%^%&^@

lalu semua nya saya usahain dilengkapin.  pinjem dokumen di ULP meski belum lengkap.  saya potokopiin rangkep rangkep.  saya tatain.  saya mau tindak lanjutin itu beberapa revisi dari keuangan.  sudah saya lapor juga sama si debt collector yang rajin bingitz telepon saya tapi saya reject, dan pagi ini tiba-tiba saya kaget. pake bingitz. ketika Pak Amsyong datang ke tempat saya bawa dokumen keuangan blah blah.

Pak amsyong bukan orang keuangan
Pak Amsyong nggak ada hubungannya sama barang yang kami beli ini
Pak Amsyong nggak punya garis koordinasi maupun garis komando apapun terhadap saya dalam posisi apapun (saya sebagai PKRS or SPI or staf PPK)
tapi dia sok teu ngasi tau saya hal-hal dan hil hil (yang sudah saya bahas di akhir weekend kemarin dengan verifikator keuangan dan saya lebih tau dari dia yang sok tau) yang akhirnya saya menjelaskannya lagi ke dia soal hal hal dan hil hil itu (huh buang-buang energi)
pada akhirnya penasaran kenapa orang ini kok ikut campur (mengingat track recordnya yang cukup amsyong di dunia pengadaan)
:x Kok dokumen ini di bapak?
;8 iya saya ditelepon mas debtco ini kenapa kok gak diproses
(WOOOOOTTT???? gak diproses???? oohh ya saya berurusan dengan orang-orang yang gak mau tau, yang maunya tau urusan dia beres) huahhh bedebuuuhhhhhh bingittzzzzzz....

penisirin, liat hape (yang ternyata kesilent dari tadi) : 3 miskol dari mas debt collector
huahahahahahahahahaha
setting - masukin panggilan langsung ke voice mail - OK

Tidak ada komentar: