Jumat, Februari 05, 2016

Time Management

Alhamdulillah,
di hari yang dikalkulasikan paling istimewa peruntungannya (baca: hari baik menurut pitungan jowo), toko offline kami dibuka. dan kami pun menempati rumah kami sendiri :) senanggggnyaaa dobel dobel.  heee

Hari baik, meski sebenernya setiap hari adalah baik, marilah sebaiknya kita berprasangka baik atas penetapan nya.
Kalo nggak dipaksa atas adanya hari baik, mungikin sampai hari ini kami masih santai
Pun kalo gak dipaksa atas adanya hari baik, orang tua kami pun belum melepaskan kami dalam kemandirian.
Semacam ada kepercayaan yang baru 80%.
20% nya masih ada kekhawatiran: akankan istrimu bisa menjagamu dengan baik, nak? akankah kamu bisa menjalankan usahamu dengan semestinya nak? akankan kalian baik-baik saja nak?
kekhawatiran yang diikuti dengan bantuan, saran, dll dll
Walau nggak setuju, diiyani wae timbang salah paham
Karena pada prinsipnya kekhawatiran itu adalah wujud kasih sayang dan harapan agar kami menjalani kehidupan kami dengan sebaik-baiknya.

Yang paling berasa juga dari kehidupan yang lebih mandiri ini (tsahh) adalah bertambahnya kesibukan yang membutuhkan energi.
Masak-masak sendiri (biasanya gotong royong), dibantuin mas ganteng  cuci piring
Cuci baju sendiri (biasanya pake mesin), dibantuin si tampan jemur di balkon
semacam nggak ada berhentinya kelakuan.
lalu tetiba harus berganti hari padahal masih banyak hal-hal yang menanti untuk diselesaikan.
Ini soal manajemen waktu kah?
Hmm... membaca artikel bc bc di medsos, manajemen waktu itu mudah: sholatlah tepat waktu dan Allah akan meneparkan jadwal apapun untukmu.
Beneran??
benerrrrrr.... kalo lagi inget tuh sama nasehat satu itu, lalu berangkat absen ontime, lain2nya ngikut.
cuma seringkali ya ituuuu.... ada saja alasan untuk menunda sholat wajibku.

Tidak ada komentar: