Sabtu, September 12, 2026

Buku Buku: Masquerade Hotel

Bulan ini baca beberapa buku, tapi baru satu yang berhasil kutamatkan. Masquerade Hotel. Dua buku yang lain bukan novel, melainkan buku pelajaran parenting. Jadi memang agak berat. Hihi.

Buku novel yang kubaca itu, menceritakan misteri pembunuhan berantai yang kasus terakhirnya diduga akan berlangsung di sebuah hotel mewah di Tokyo. Kali ini aku nggak mau spill isi cerita, melainkan mencatat beberapa poin menarik—menurutku.

Pertama, tentang kebiasaan orang Jepang menyampul buku bacaan mereka. Bukan dengan sampul bening, tapi dengan sampul bergambar untuk menyamarkan buku yang mereka baca. Privasi. Buatku ini unik, karena sepanjang yang kutahu menyampul buku bacaan biasanya dengan sampul plastik agar awet, bersih, sekaligus tidak menyulitkan identifikasi saat buku disimpan di rak.

Kedua, tentang sikap berterima kasih. Karyawan di hotel mewah itu bersikap baik pada semua tamu karena di hati mereka sudah tertanam rasa terima kasih pada tamu-tamu tersebut. Sebuah trik jitu agar bisa berbaik-baik pada orang lain.

Ketiga, pernyataan salah satu tokoh, tidak persis sama ya, namun kurang lebih begini: wah, ternyata di hotel semewah ini dalamnya banyak drama juga ya. Padahal dari luar tenang banget. Ya, karena karyawan hotelnya sudah terlatih menghadapi drama dar der dor. 
Ini menurutku di kehidupan sehari-hari juga berlaku ya. Sebelumnya aku berpikir orang yang tenang adalah orang yang minim masalah, tapi sama seperti hotel mewah itu, semakin mewah, semakin sulit level masalah, semakin handal para karyawan menangani.

Tiga poin ini yang buatku menarik disamping seluruh elemen di novel ini (penokohan, alur, plot twist perfect banget. Baca aja sendiri).

Pingin juga bisa nulis novel semacam ini. When ya?
 

Tidak ada komentar: