Beauty is pain, katanya. Aku sempat fokus pada pain-nya beberapa waktu ini. Ekstraksi komedo sangatlah sakit, peeling juga pedih, mau dilaser harus pakai anestesi dulu. Tiga tahun belakangan aku menjalani perawatan wajahku secara rutin untuk mengatasi jerawat-jerawatku dengan persiapan mental: SIAP MENDERITA! Hahaha.
Lalu kemudian, dengan segala kejadian dar der dor di hidupku belakangan, kok aku pingin banget duduk sebentar di klinik skin care itu ya. Aku datang dengan niat me time, bukan berobat. Ya, ekstraksi komedo masih terasa sakit. Tapi ternyata senang dipijat dengan halus, ternyata menyenangkan mencium aroma wangi tea tree di wajah, ternyata menyenangkan menyentuh wajah yang halus, ternyata menyenangkan saat diberi tahu nggak ada komedo di pipiku, tinggal bekas jerawatnya aja.
Okhay, ternyata berproses menjadi cantik itu... menyenangkan.