Rabu, Januari 13, 2021

Lady Di

Istimewanya saya pernah sesekolahan, sekelas, sepermainan waktu kecil dengan nya.
Sejurusan juga walau beda universitas.
Dan terimakasih telah menjadi penyemangat di hari yg awesome ini.

Dan Lady Di yang keren itu Sangat pernah, pernah banget, bahkan berkali kali berpengalaman dalam kegagalan walau sudah all out berusaha.

Tuhan gak akan sebercanda itu kok😂, setiap sesuatu yg kita inginkan belum kita dapatkan hanya 2 alasannya, belum waktunya, atau memang bukan untuk kita.

Apa yg dikatakan untuk diri sendiri?
Pertama, berterimakasih pada diri yg sudah kuat bertahan, meski jatuh bolak balik, masih tetep gak ada malu bangkit lagi. Butuh mental yg kuat, dan hati yg lapang untuk menerima bahwa yg kita inginkan dan upayakan ternyata masih jadi proposal kepada Tuhan yg belum di acc. Banyak orang dianugerahi kemudahan, keberuntungan, dan kecepatan mendapatkan yg diinginkan, tapi tidak banyak yg dianugerahi mental yg kuat. Hingga saatnya mengjadapi benturan, belum tentu ia siap. Segala yg dibentuk dalam kemudahan, akan berbeda dengan yg dibentuk dalam kegagalan dan kesulitan. Mungkin gak sekarang, tapi nanti, ketahanan itu akan nampak dampaknya. Sebab hidup gak seperti games, yg bisa play pause sesuka hati. Akan ada waktunya, yg kita perjuangkan akan kita dapatkan, asalkan itu memang hak kita. Jika bukan, maka sampai mati gak bakal dapat, karena Tuhan lebih tau yg tepat, dan diberikan pada waktu yg tepat.

Yups, kita gak pernah tahu kapan waktu itu tiba. Pada saat kita sudah ngerasa di puncak usaha, dan serasa pengen nyerah, disitulah semesta bekerja. Yang kita pikirkan itulah yg akan menggerakkan semesta, maka pikirkan hanya yang baik. 
Mungkin gak mudah, tetapi membayangkan seolah yg kita harap itu seolah ada di depan mata kita, seolah sebentar lagi akan muncul, sambut dia dengan bahagia. Buat seolah olah itu sebentar lagi, bahkan sudah ada. Dan lihat keajaiban yg akan terjadi.

Ikhlas itu gak bisa diukur, cuman kita yg bisa rasakan sudah sejauh apa kita bisa berdamai dengan diri juga keadaan. Yakin, Allah cuma pengen tau apa kita bener bener siap.

Satu lagi jangan pernah bandingin dirimu, takdirmu, kondisimu dengan orang lain. Setiap orang punya waktunya sendiri, saat waktunya tiba nanti. Kalian akan jadi orang tua yg luar biasa, karena waktumu belajar jauh lebih lama dan kalian lebih siap.

Gampang? Nay!! Butuh latihan!?
Yupss bener, butuh belajar. Karena hidup memang belajar dari setiap kejadian, ilmu yg gak dapat dr sekolah. Saranku daripada memikirkan hasil, fokus aja pada hal yg membahagiakan di proses ini supaya kalian gak stress. Nikmati, yakin dia udah deket kok deket banget malah, dia cuman nunggu Allah tiupkan ruhnya dan melekat di dirimu.

Yang penting kan mau nangis sampai.kapan? Apa nangismu menghasilkan dampak buat tujuanmu. Jika sesuatu tidak berdampak dalam hidupmu dalam 5 tahun ke depan, maka jangan lakukan lebih dari 5 menit.

Kalau ada yg puk puk???
Terima aja, jangan anggap dia lagi melecehkan kamu atau mengasihani kamu, positifin aja dia sayang dengan caranya. Fokusmu sekarang adalah bikin kamu nyaman dengan apapun keadaannya, jangan fokus sama apa yg dilakukan ataundipikirkan orang lain. Mereka ada di luar kendali kita. Membuat semua jadi kelihatan positif emang gak mudah, apalagi kalau kita selama ini terlalu fokus sama apa yh kita pengen, atau apa yg belum kita punya. Coba itu dikecilin di pikirin kita, kita gedein fokus kita ke apa yg sdh kita punya bahkan bisa jadi orang gak punya. Nikmat tuhan itu banyak dan luas kita yg sering lupa❤️



Selasa, Januari 12, 2021

Beta

Alhamdulillah wa syukurillah
Atas ijin Allah semata semua yang terjadi pada kami
Bahwa Ia belum berkenan menitipkannya pada kami yang sudah meminta dan "membayar"nya, in sya allah adalah takdir terbaik.

Memutuskan untuk menangis di malam ini saja
Lalu besok kembali berlapang dada
Menikmati anugerah Allah yang tersuguh dalam setiap hembusan nafas

Semoga kami menjadi sakinah, mawaddah, warahmah
Senantiasa mendampingi sampai akhir hayat, bahagia dan lapang dada dalam susah dan senang.


Minggu, Januari 03, 2021

Bismillah 2021

Tahun baru yang luar biasa!!
Kenapa?
Alhamdulillah, diijinkan Allah untuk FET kemarin, tepat di tahun baru, yang walaupun tanggal merah tapi dokter dan kru nggak liburan demi saya dan beberapa yang lain.
Alhamdulillah proses berjalan dengan lancar, dan sampai berita ini diturunkan posisi masih di Surabaya. Room rest.

Tentang IVF, entah apakah saya akan membuat post sendiri kelak, mungkin tidak. Karena saya nggak begitu ingat detailnya dan ternyata pengalaman masing masing tubuh bisa sangat berbeda. Tentang tahap tahap yang dilalui, obat obatan yang harus dikonsumsi baik via oral, suntikan, maupun via V. 
Kenapa dia bisa beda banget? Iya, karena kasusnya mungkin ada yg sederhana, ada yg cukup kompleks seperti saya, dan lebih kompleks lagi.
Garis merahnya, tetep patuhi instruksi dokter, lakukan sebaik baiknya, dan biar Allah sebaik baik pengatur kehidupan yang membereskan segalanya.

Gimana perjalanan luar kota selama pandemi ini?
Hm.. Ternyata nggak seperti di tipi tipi. Di jalan nggak ada pemeriksaan apa apa. Tapi walaupun demikian, patuh pada protokol kesehatan sederhana adalah kewajiban sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kondisi diri sendiri. Sehat lebih nikmat dari sakit bukan?
Sampai saat ini saya dan suami sudah beberapa kali rapid test, dan saya sudah dua kali swab. Sebagai bagian dari prosedur pelayanan di klinik, bukan dalam rangka biar gak ditangkep polisi atau pol pp di jalan. Hihi.

Tentang 2021, cita citanya tetep sehat, makmur, dan bahagia. Dan cita cita itu harus diupayakan ya!! Semangat!!


Selasa, Desember 22, 2020

Lupa

Begitu masuk ke toko, dia meletakkan kunci milikku di atas lemari sepatu.
Alam bawah sadarku bilang aku harus menyimpannya dengan baik agar besok tidak tertinggal atau lupa.  Alam bawah sadarku (merasa) memasukkan kunci itu ke dalam tas yang rencananya akan kubawa besok.
Pintu toko di tutup. Rehat sejenak sebelum sebentar lagi buka kembali.

Tetiba sudah sore dan saatnya membuka pintu toko.  Mencari kunci itu kesana kesini tidak kudapati.  Aku mengingat bahwa alam bawah sadarku telah menggerakkan tanganku untuk menyimpannya di tas.  tapi bahkan di setiap kantong tas aku tidak berhasil menemukannya.  Lupa.  Lupa ada dimana. Lupa sama sekali.  

Tapi aku tidak berani mengumpat lupa.  Hanya berani mentertawainya.  Secepat itu bisa lupa.
Aku tidak berani tidak lupa.  Karena ada lupa yang akhirnya membuat kita bahagia.  Lupa sam jeleknya kamu, inget baiknya aja.  Yang penting jangan lupa sama utang tang tang.  Hahahaha

Jumat, Desember 18, 2020

Jodoh

Alhamdulillah. Bulan ini luar biasa.
Karena satu dan lain hal belum bisa buka toko secara normal (baca: buka full sesuai jam operasional toko).
Lalu suatu ketika melihat post sesebapak menawarkan untuk bergabung menjadi reseller buku. 
Melihat track record sesebapak yang positif, ia adalah salah satu nara sumber penting di kantor, maka atas ijin Allah saya pun menjadi anggotanya.
Jualan buku.
Dan saat posting alhamdulillah ada aja yang nyantol. Jadi walau toko tutup, gak bisa cek stok, gak bisa bungkus barang yang ada di toko, Allah masih ijinkan saya berjodoh dengan perniagaan yang lain.

Waktu itu ada masuk 10 orderan. Sementara beberapa teman melampauainya, bahkan sampai 90 orderan. Saat aku kepo bagaimana mereka memasarkan, teman yang lain mengingatkan bahwa bersyukurlah saya dapat ikan 10, banyak dari mereka dapat 1 dan 2 saja.
Oh... Ternyata... Lumayan juga saya. 
Bersyukur yang banyak. Alhamdulillah. Dan jadi tambah pede karenanya.

Di bulan ini juga, alhamdulillah resolusi entah sejak tahun kapan, terwujudkan.
Dimampukan Allah dapet mobil, yang sebenernya over budget, tapi entahlah pas bebeb bilang mau sayanya oke aja T.T
Sempat merasa aneh, karena biasanya saya mikir panjang. Dan pembahasan kami yang sudah sudah, pemikiran saya adalah belilah di bawah bujet kita, sediakan cukup anggaran untuk dana darurat, piknik, dan lain lain.
Sepupu saya bilang, begitulah kalau jodoh: cocok langsung lamar. Hahahaha

Terimakasih Allah atas perjodohan kami dan segala kebaikan ini

Selasa, Oktober 20, 2020

Priority

Bulan oktober ini istimewa
Dibuat terkejoed dengan kepindahan seseteman yang menurut saya all out di pekerjaannya namun konon ada kebijakan riskan yang tidak bisa dia ikuti sehingga dia yang seorang busui dipindahtugaskan puluhan kilometer dari rumah.
Waw!

Lalu seorang kawan berpendapat
Bahwa kita bekerja untuk keluarga, jangan sampai kita melalaikan keluarga demi tugas. 
Saya sepakat.

Faktanya bahkan organisasi yang kita bela belain sampai melalaikan keluarga pun gak bisa belain kita kalau kita kenapa kenapa. 

Terutama buat seorang perempuan
Yang tugasnya di rumah, walau sebagian bisa didelegasikan pada mesin dan asisten, ada tugas tugas besar penting.
Ialah memupuk hal hal baik, sesuai standar dan norma, sebagai bekal kehidupan penerusnya. Tentu saja tidak sendiri, tapi bersama sang suami.

Dua minggu ini, alhamdulillah, allah memberi kami jeda untuk merawat jiwa raga kami.
Setelah saya yang dirawat di rumah sakit, sekarang giliran dia dan saya yang menemani.
Alhamdulillah atasan saya tidak mempermasalahkan cuti yang sering untuk kepentingan pribadi ini. Alhamdulillah staff saya pun in sya allah dapat diandalkan mengerjakan tugas tugas negara.
Kenapa sakit?
Apakah kamu tidak menjaga kesehatan?
Hmmmm
Pertama, suka suka Allah aja, Dia bisa jadi ingin menguji sekaligus memberi pengampunan atas dosa kita melalui sakit. Mengangkat derajat kita, dan sebagainya.
Kedua, saya rasa kami sudah menjaga kesehatan menurut standar kami, kebiasaan - lebih tepatnya. 
Makan ya segitu gitu aja
Minum ya segitu gitu aja
Kebiasaan keluarga yang sudah melekat.
Nah, kemudian disinilah saya berpikir...
Oh, jika Allah mengijinkan saya menjadi ibu, maka keluarga saya - anak anak kami - akan menjadi prioritas.
Membangun kebiasaan dari rumah sedini mungkin dengan riang gembira sehingga protokol protokol hidup sehat jiwa raga bisa dijalani tanpa merasa berat.

Bismillah
Ridhoi setiap ikhtiar kami ya Allah

Jumat, Oktober 09, 2020

Poison Paradise

Semakin banyak umur,
Semakin banyak bertemu dengan orang orang dewasa, makin tau bahwa diantaranya tidak sedikit orang orang jahat yang nyata. Bukan di tipi, tapi ya disebelah sebelah.. Dan itu racun banget.

Jadi mau mati keracunan atau gimana?
Kok kayaknya eman eman banget ya
Secara walau gak di grade A, saya ini termasuk spesies bermutu kok. Hm.
Kalau saya punah, eman.

Baiklah,, mari tebalkan kuping. Kuatkan hati. Biarlah toxic tetap jadi toxic, tapi kita harus kebal gaiiiiissss