Minggu, Desember 10, 2017

Laparoskopi Nggak Serem Kok!!

Segera setelah dokter kandungan menyarankan untuk tindakan laparoskopi, kami bersiap-siap.
Siapkan jadwal
Siapkan mental
Siapkan dana.

Surat rujukan bpjs dari puskesmas dan rumah sakit sudah di tangan. Hasil pemeriksaan lab dan thorax juga sudah lengkap.
Rabu pagi, meluncur berduaan bersama suami tersayang ke RS Haji Surabaya.
Dengan travel yang agak telat sehingga ngamarnya mepet mepet loket pendaftaran ditutup. Hihi. Untung para petugas disana sabar sabar.

Rabu malam masih nggak ngapa2in. Diberi supositoria buat bersihin usus, persiapan laparoskopi besok siang. 2 kali, yang pertama, mungkin karena tersugesti, obatnya belum menyerap sempurna udah kebelet bab. Hahahah. Yang kedua pun demikian. Jadi pas lagi dijenguk om, saya tinggal boker deh.

Sebenernya disuruh makan yang banyak, persiapan energi karena besok harus puasa. Tapi membayangkan makan enak2 terus diurus-urus itu... yewwwhhh.
Kamis pagi jadwalnya urus urus lagi, dan mandi pake antiseptik.
Lalu diinfus dan puasa.

Agak horor pas dikasih urus2 cair itu. Diminta tahan 5 menit sampai obat meresap. Tapi baru hitungan detik perut udah panas, kamar mandi dipakai pasien sekamar, jadilah diriku numpang boker di kamar sebelah. Fyuuhhh...

Jadwal laparaskopi masih jam 2. Masih ada waktu buat sholat duhur dijamak ashar. Baru aja bilang gitu ke suami tetiba perawat datang mengabarkan jadwal dimajukan. Jam 11 kami meluncur ke ruang operasi. Ganti baju operasi. Difotoin geje sama suami. Masuk ke ruangan canggih ala starlabs. Dimasukin obat ke infus. Masih jam 12 kurang sekian detik. Melihat lampu operasi yang mulai menjadi samar-samar. Dan tujuh jam pun berlalu.

Kamis malam di ruang perawatan. Mula mula kaki dan tangan bergerak gerak sendiri. Dingin ternyata. Suami siaga meluncur beliin kayu putih, dan para perawat menyiapkan air panas untuk menghangatkan. Ada infus di sisi kanan, kateter di sisi kiri. Malam ini nggak bisa uyel uyelan bubuk di kasur pasien bareng suami deh. Kebanyakan selang.

Jumat masih agak jetlag. Bingung waktu. Hihi. Kondisi badan udah baik. Nggak kerasa sakit-sakit banget ternyata bekas laparoskopi itu. Mungkin karena sayatannya nggak gede ya. Hari itu belajar baring kanan, baring kiri, dan bangkit duduk. Baru bisa jalan jalan di hari sabtu pagi setelah kateter dan infus di lepas. Nunggu visite dokter. Sabtu sorenya pulang deh.

Seluruhnya in sya Allah lancar jaya
Pengen peluk suami terus yang gara gara saya nih libur kerja deh beberapa hari
Makan di rumah sakit seadanya
Kurang piknik
Tapi dia disitu, selalu, menemani, dengan tulus hati :)
tauk yaaaa saya sayang kamu
Dan Allah sayang kita

Jumat, November 24, 2017

Di dalam hati siapa yang tahu

bahkan diri sendiri nggak tau apa yang sebenarnya terselubung dalam hatiku.  hahahahaha
pengen sukses tapi males.
pengen beres tapi sedang nggak terlalu ingin kerja keras.
lalu mencoba nge-list outstanding lah kok banyak juga yeeee
masih bagian pengadaan.  yang pengen banget kuperbaiki sesuatu di dalamnya.
sudahlah, balik ke awal, gak usah terlalu perfeksionis, yang penting niatnya lillahita'ala.

Sabtu, November 18, 2017

Finding Baby

Jangan menghitung waktu!! Karena dia sangat relatif
Sepertinya baru sebentar kami menaklukkan dunia (cieh), disisi lain itu bukan sebentar jika tetep berdua duaan aja.

Kamu jangan lah seperti kakakku, kata teman suatu hari, kerjaan membuat dia menunda, menunda, nggak kerasa tetiba sudah umur empat puluh, dan jadi terlalu terlambat untuk memulai.
Sementara temen yang lain berkomentar: ah! Ikhtiarmu kurang!!

Berangkat dari itu, jadi bersemangat untuk berusaha lagi. Semua nanti pada akhirnya hanya Allah yang memutuskan, apakah Ia akan titipkan seorang anak yg sholih, atau dua, lima, tujuh, bahkan mungkin tidak? Tidak usah difikirkan, yang penting kalau berusaha.
Seperti burung yang dulu berusaha memadamkan api saat Nabi Ibrahim dibakar. Yang penting usaha! Kalau niat, bismillah, in sya Allah akan diberi jalan oleh Allah.

Bersiap-siap buat laparoskopi bulan depan.
Kepikiran apa hayooo....?? Kepikiran duitnya!! Hahahaha
Sekian belas juta, belum obat, ditambah transport, akomodasi, kuliner, endebla... oke, kira kira dua puluh sekian lah! Bukan jumlah sedikit bagi saia. Hahaha.
Tapi tenang lah, Allah maha kaya kan?
Mudah mudahan bisa dicover BPJS sbanyak-banyaknya
Dan paling jelek pinjam lagi 😂

Yang paling menyenangkan, ternyata saat yakin dan optimis, saya nggak setres!!
Huaaaaa... itu suatu pencapaian yang warbyazah
Semoga selalu istiqomah dalam keyakinan pada Allah. Amin.

Kamis, November 02, 2017

Kufur nikmat

Kufur nikmat itu gampang sekali
Tiba tiba ia menjadi nyeri di dada.  Sakit sekali.
Takutnya sakit jantung, atau paru paru.
Pergi ke puskesmas, kata dokter asam lambung yang tinggi bisa bikin sakit ulu hati dan rasanya seperti ini.
Telat makan enggak...
Setres iya kemarin kemarin
Makan asem juga sering
Dan hop hop
Itu semua bikin penyakit!!

Setres karena merasa berada di posisi yang salah, yang melelahkan.
Hmm
Padahal, dibanding jadi staf, posisi sekarang lebih powerful.
Padahal dibanding jadi pejabat pengadaan, posisi sekarang juga lebih berkuasa.
I am powerpuffgirl. Hahahahaha
Hanya mungkin belum terbiasa.

Sorenya, datang teman. Pejabat di rs sebelah.
Share dengan senyum merekah.
Kerempongannya disana yang kayaknya malah lebih parah.
Tuuhhhh kaaannn.... kata suami. Lagi. Ngapain sambat??!!

Ah, ya Allah.
Sungguh mengkufuri nikmatmu sangat mudah
Maka jangan jebloskan aku lebih dalam lagi
Karena aku ingin bersyukur
Belajar bersyukur

Bismillah

Rabu, Oktober 18, 2017

H

Harinya yang dditunggu dataang...
Hari akreditasi rumah sakit yang maju mundur cantik sejak kapan yaaaa
Pokoknya jauh hari sebelum kami buka toko, saya sempat mengajak ajak suami buat bantuin preparasinya. Itu sudah lama sekali.

Makin dekat hari H makin rempong
Pegang tugas utama yang kebetulan butuh banyak koordinasi dengan pemkab
Pegang tugas tambahan yang nggak kalah hebohnya
Jadi bagian dari yang berwenang dalam penyediaan logistik rumah sakit ituuuuuuuuuuu kadangkala bikin pengen nangis.
Nggak semua orang mau tau bahwa urusan kedinasan nggak bisa disamain kayak hidup seharihari. Mau anu tinggal beli, sedetik kemuadian ada. Tanpa spesifikasi yang jelas. Yaaaaaarrrggghhhhh

Di sumpeknya hari hari, Allah, terimakasih untuk selalu ada menjadi penolongku.
Beloved, jadi tempat nangis, curcol,
Beloved, selalu jadi partner hidup terbaik. Mendampingi berangkat, memberi masukan positif, pelukan... semua yang dibutuhkan biar saya tetep waras.
Rekanan rekanan yang baik hati, yang juga mau seru seruan akreditasi.

Allah Allah
Terimakasih

Senin, September 25, 2017

Hela

Tuan cuma ketawa hahaha ketika saya memutuskan resolusi  tahun 1439 hijriyah ini adalah: enggak baper.
sungguh baper itu menyiksa jiwa
apalagi setelah semuanya berlalu, saya bisa hahahihi menceritakannya
betapa saya nangis-nangis gak penting di jakarta sendirian
betapa sebenernya dikerjakan sambil ketawa pun selesai
betapa banyak saya mengeluhkan beratnya mengerjakan itu ini dalam saru raga, satu otak, dua tangan
dan hati saya nangis-nangis nggak sanggup
dijanjiin partner tapi enggak ada
minta off dari posisi satu untuk digantikan orang lain juga

teman bilang, tegas saja
kalau off ya off
jangan mulut berkata off tapi pikiran dan tangan masih ikut-ikut kerja
hmmm... patut dijalankan, mencoba tidak lagi peduli
karena rasanya terlalu all out pada semua itu membuat saya lupa diri
lupa bahwa raga saya juga butuh waktu
butuh perhatian ekstra

Bismillah
untuk semua yang lelah saya lakukan, hanya Allah yang meringankan
untuk semua yang saya pikir akan menakutkan, maka bukan hal bijaksana mendengarkan nasehat-nasehat seorang sengkuni.  sengkuni yang tersembunyi dalam diri sendiri.
tidak bisa mengelak dari tanggung jawab apapun
tidak bisa menghindari, hanya bisa menghadapi dengan gagah berani
dengan Allah sebagai pegangan
karena Ia sebaik-baik pengatur kehidupan
saya, hanya bertugas melakukan sebaik yang saya mampu, dengan hati lapang
bukan dengan baper

stop baper!
semangat!

Senin, September 04, 2017

Green Workvelling

Dikirim bertugas beberapa hari, bikin baper
Bikin tiba tiba ada drama korea di rumah
Hihihihi
Susah dijelaskan
Tapi berpisah itu sungguh ngak nyaman
Dan cuman airmata yang bisa mengungkapkannya
Cieewwwhhhhh

Nikmat itu nikmat bila dibatasi
Maka Allah berbaik hati sesekali menjarakkan kami, untuk menyelipkan rasa rindu, cinta, kasih sayang, diantaranya
Mungkin juga memberi waktu untuk menepi, membaikkan diri
Mungkin juga karena Allah pengen tunjukin saya jembatan fenomenal itu

Ah iya,, tadi sejenak setelah lepas landas nampak kecil sekali ada bentangan jalan diantara dua pulau.
Waw
Lalu rumah2 itu pun mengecil seperti mainan
Dan awan awan menggoda

Allah terimakasih
Allah, padaMu aku selalu percaya
Bahwa Engkau yang Maha Memudahkan segala urusan